Puisi Unggulan Sastra

TANGISAN TANAH PENUH HINA

Lesbumi 01 June 2026 seni, pasongsongan, Tanah, Puisi, Karya, panaongan, tanah hina, tangisan
TANGISAN TANAH PENUH HINA

Oleh : Akhmad Jasimul Ahyak*

Di bawah lembah kaki besi yang sombong

Bumiku membungkuk, letih dan melepuh

Hijau hutan yang dulu menjadi mahkota

kini menjelma jadi abu, hangus menyisakan dusta

Sungai-sungai mengalirkan air mata hitam

menelan riak jernih dalam sunyi yang kelam

Tenggorokan bumi sesak oleh jelaga dan asap belerang

Ketita nyanyian burung perlahan hilang

Oleh tangan-tangan yang tak pernah kenyang

Rahim pertiwi dicabik

Dijarah penuh telanjang

Bumiku kini tampak hina penuh luka

Ditelantarkan oleh anak kandungnys sendiri

Dalam duka

langit tak lagi biru

hanya ada mendung murka membakar peluh bumi

kita berdiri di atas tanah yang sekarat

menanti waktu yang kian mendekat

Sampai kapan raga ini kau terus dustakan?

Hingga sejengkal nafas tak terselamatkan


*Penulis adalah budayawan, pelukis,dan penyair. Tulisanya telah muat di berbagai media, lokal dan nasional. Eksis di berbagai kegiatan budaya dan kesenian menjadi semakin semangat dalam berkarya.

Komentar

Tanggapan Pembaca

Komentar pembaca ditampilkan di bawah artikel agar alur baca tetap rapi. Semua komentar dimoderasi redaksi sebelum tayang.

0 komentar tayang

Belum ada komentar yang tayang di artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan.

Komentar yang masuk tidak langsung tayang. Redaksi akan memoderasi terlebih dahulu agar diskusi tetap sehat dan relevan.