Lokal Unggulan Berita

Tak Berharap Belas Kasihan, Nenek dengan Disabilitas Rungu Wicara tetap Memilih Berjualan

Admin Nuvoes 10 June 2026 berita, disabilitas, rungu, wicara, jualan, lokal, pasean
Tak Berharap Belas Kasihan, Nenek dengan Disabilitas Rungu Wicara tetap Memilih Berjualan

Pasean, nuvoes.com – Meminta belas kasihan orang lain dengan cara mengemis kerap dijumpai di pusat keramaian, seperti terminal atau pasar. Karena dianggap sebagai profesi menggiurkan, mereka rela kehilangan muka. Bahkan, di tengah pudarnya budaya malu tersebut, orang dengan kondisi fisik yang bugar juga tidak segan melakukan hal serupa.

Namun, "tidak" bagi seorang nenek yang dijumpai Nuvoes pada Rabu (10/06/2026) siang di Pasar Pasean, Pamekasan.

Meskipun menyandang disabilitas rungu wicara, nenek itu lebih memilih berjualan daripada mengharap belas kasihan orang lain. Padahal barang dagangannya hanya tiga ikat kayu bakar, dua buah pepaya, dan setumpuk cabai rawit.

Sayangnya, saat melakukan investigasi lebih mendalam, Tim Nuvoes gagal mengorek informasi karena nenek tersebut memiliki keterbatasan fungsi pendengaran dan bicara. Bahkan, beberapa pengunjung dan pedagang yang ditemui Nuvoes juga mengalami hal yang sama.

"Yang saya tahu, nenek itu mulai berjualan sejak beberapa pekan terakhir ini. Dengan kondisinya yang semacam itu, semua pedagang di sini sulit berkomunikasi dengannya, sehingga kami semua tidak tahu, siapa namanya dan di mana rumahnya," terang Iwan kepada Nuvoes.com.

Ketika melihat barang yang dijajakan, penjual perabot dapur itu tidak yakin omset yang diperoleh nenek tersebut bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

"Coba pikir, cabenya hanya dua sekepalan tangan orang dewasa. Pepayanya cuma dua buah. Bahkan, di zaman yang serba kompor gas, dia malah jualan kayu bakar. Tapi anehnya, semua barang dagangannya ada yang membeli," imbuh dia


Komentar

Tanggapan Pembaca

Komentar pembaca ditampilkan di bawah artikel agar alur baca tetap rapi. Semua komentar dimoderasi redaksi sebelum tayang.

0 komentar tayang

Belum ada komentar yang tayang di artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan.

Komentar yang masuk tidak langsung tayang. Redaksi akan memoderasi terlebih dahulu agar diskusi tetap sehat dan relevan.