Pasongsongan, nuvoes.com – Di tengah arus perkembangan budaya luar, Kiai Hosnan Mustafa soroti tradisi NU yang kian tergerus. Dengan nada miris, ia mengingatkan bahwa warga nahdliyin sudah mulai kehilangan jati diri.
"Dengan perkembangan budaya barat saat ini, seharusnya kita menjadi benteng , tidak mudah terbawa arus budaya luar, kita sadari bahwa kita sudah kehilangan jati diri," ingatnya saat menjadi muballigh LINU Induk yang dihelat di kediaman Lora Ahmad Solihin, Rabu, (22/07/2026), Masaran, Pasongsongan.
Mantan ketua tanfidiyah itu juga menyoroti akan budaya populer yang akibatnya berdampak terhadap generasi mendatang, ia mencontohkan tradisi cium tangan yg dimodernisasi.
"Banyak anak-anak kecil sekarang berbudaya urban, mencium tangan bukan dengan dicum tapi, hanya di tempelkan di pipi, yg lebih memprihatinkan kita bisa liat di sekolah dan gurunya adalah orang NU," jelasnya.
Di akhir penyampaiannya ia berharap warga nahdliyin jeli dan menjadi filter akan perkembangan budaya baru yg menggila di era ini.
"Kita sebagai warga nahdliyin harus bisa menfilter budaya populer dan lebih jeli lagi," pungakasnya.
Acara dihadiri oleh segenap pengurus syuriyah dan tanfidiyah, ranting dan lembaga-lembaga.
Pewarta: Arief Billah