Pasongsongan, nuvoes.com – Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasongsongan menegaskan bahwa di jajaran pengurus Tanfidziyah tidak boleh merasa bahwa dirinya adalah kiai.
Hal ini ia teruskan dari apa yang disampaikan K. Djamaluddin Johan tentang timpangnya struktural yang disebabkan oleh rasa senioritas.
"Saya setuju dengan apa yang disampaikan K. Jamal, bahwa di jajaran Tanfidziyah tidak ada yang namanya kiai, sebab hal ini akan menimbulkan ketimpangan struktur dan kekakuan antar pengurus," tegasnya dalam rapat konsolidasi pengurus harian Tanfidziyah dengan lembaga-lembaga yang digelar di Auditorium KH. Wahab Chasbullah, Jumat, 17/07/2026.
Ia menambahkan, semangat kekeluargaan dan kesetaraan dalam struktur organisasi adalah kunci keberhasilan program.
"Kalau di Tanfidziyah masih ada yang merasa lebih senior, gerakan kita akan lambat. Tugas kita adalah mengemban amanah, jadi kalau masih ada yang merasa seperti itu, silakan ke Syuriah saja," pungkasnya.
Rapat ini dihadiri oleh segenap pengurus harian Tanfidziyah dan lembaga Nahdlatul Ulama Pasongsongan.
Pewarta: Arief Billah