Oleh: Akhmad Jasimul Ahyak*
Di atas kanvas yang lagi usang oleh waktu
Ku lukiskan detak goresan yang tak lagi menggebu
Kesetiaan katanya telah mati dan terkubur sepi
Diam-diam bayang punggungmu selalu menjauh
Ku jaga nisanmu tanpa nama dalam dada
menaburkan kembang doa yang patah di atas luka
ku duga perasaan telah sirna menjadi debu
lenyap dimakan jeri, hilang ditelan sunyi
Namun, ini hanyalah kematian yang semu
Lantaran mendung meraba jendela malam
namamu kembali bangkit dari dasar palung terdalam
menyeruak semerbak kenangan, menolak untuk padam
Terbukti jiwaku hancur belum pasti karam
Mungkin jasadmu pergi dan tak bisa kusentuh
tapi jeratan takdir yang meruntuhkan sauh
Cintaku menolak mati
ia hanya bersembunyi
berpura-pura tiada di dalam catatan sepi yang abadi
*Penulis adalah Ketua Lesbumi Pasongsongan, Karyanya telah terbit di berbagai media.