Pasongsongan, nuvoes.com
Dengan penuh penghayatan, suara Kiai Jamaludin Johan seakan terdengar bergetar hebat saat menyambut Konferensi MWCNU Pasongsongan 2026-2031 pada Ahad (12/04/2026) siang, di PP Alfurqon, Panaongan, Pasongsongan.
Bahkan, dalam sambutannya sebagai tuan rumah dia mengaku bahwa lidahnya terasa kelu untuk menyampaikan sepatah dua patah kata di acara yang dianggapnya sakral.
"Bagi kami, momentum ini sangat sakral. Wajar jika lisan kami seakan terkunci menyampaikan sambutan di hadapan penjengan semua," jelasnya.
Sakral dalam pemahaman sosok yang akrab disapa Kiai Jamal bukan lantaran pelaksanaannya digelar setiap lima tahun sekali.
"Tetapi hal yang membuat acara ini sakral ialah esensi dari diselenggarakannya konferensi ini, yakni bagaimana kita memikirkan dan merumuskan NU di masa mendatang, khususnya di Pasongsongan," tegas dia.