Lokal Unggulan Berita

Resmi Diluncurkan sebagai Media Independen LTN Pasongsongan, Ini Arti Nuvoes

MWCNU Pasongsongan 08 June 2026 berita, mwc nu, kajian, Konsolidasi , kemandirian, pcnu, pbnu, panaongan, nuvoes, peluncuran
Resmi Diluncurkan sebagai Media Independen LTN Pasongsongan, Ini Arti Nuvoes

Pasongsongan, nuvoes.com

Di tengah rankaian acara pengukuhan kepengurusan baru MWCNU Pasongsongan 2026-2031, Nuvoes.com resmi diluncurkan, Senin (08/06/2026) di Gedung KH Wahab Hasbullah, Panaongan, Pasongsongan.

Saat menyambut peluncuran situs tersebut, Kiai Ahmad Riyadi mengatakan bahwa Nuvoes adalah media independen yang dikelola oleh LTN NU Pasongsongan.

"Kami menjunjung tinggi independensi media agar terlepas dari tekanan apapun. Dengan independesi tersebut, kami berharap Nuvoes mampu menyuguhkan informasi yang akurat, objektif, dan bebas dari campur tangan kepentingan apapun," tegas Ketua MWCNU Pasongsongan itu.

Dalam kesempatan yang berbeda, Syihabuddin di hadapan awak media menerangkan, kehadiran platform digital ini sengaja dirancang sebagai pusat layanan informasi yang dibutuhkan warga NU, baik itu tentang profil MWC, Ranting, dan Banom. Selain itu juga terdapat informasi pengurus, program kerja, dan berbagai kegiatan seputar NU.

"Melalui nuvous, kami berkomitmen menjawab semua kebutuhan informasi warga nahdliyin yang semakin dinamis," tegas dia.

Terkait arti nama website tersebut, Ketua LTN NU Pasongsongan itu menjelaskan bahwa Nuvoes berasal dari bahasa Arab, yakni nufus yang artinya 'jiwa-jiwa'. Meskipun terdapat ejaan yang diganti, namun bagi pria yang akrab disapa Mas Abel tidak mengubah esensi maknanya.

"Adapun huruf 'u' yang diganti 'e' bukan tanpa alasan. Orang yang lahir sebelum ejaan disempurnakan, menulis nama mereka dengan cara seperti itu. Soekarno, Soetomo, dan seterusnya. Ada semacam kehormatan tersendiri ketika ejaan lama itu dipakai lagi hari ini, di tengah dunia yang bergerak serba cepat dan serba baru," kata dia.

Sedangkan huruf "v" yang menggantikan "f", dalam pandangan Mas Abel semakin memperjelas kekuatan karakternya.

"Baik nufus ataupun nuvoes adalah suku kata yang sama, tapi terasa berbeda. Nuvoes lebih estetik, tajam dan berani," tandasnya.

Nuvoes yang diawali dua huruf 'N' dan 'U' berasal dari dua suka kata, yakni Nahdlatul Ulama. NU, bagi alumni Al-Wasathiyah Yaman itu, bukan sekadar jam'iyah, melainkan juga sebagai cara berpikir, cara bersikap, dan cara hadir di tengah masyarakat.

"Kebangkitan, begitu arti harfiahnya. Dan, kebetulan atau tidak, dalam tradisi filsafat Yunani, Nuvoes berbicara tentang kesadaran sesuatu yang menggerakkan dari dalam. Nuvoes akhirnya bukan nama yang perlu dijelaskan panjang lebar. Ia cukup diucapkan. Bagi yang tahu dari mana ia berasal, semuanya sudah terwakili," pungkas dia menegaskan.


Pewarta: Fajar

Editor: Moh. Ridwan

Komentar

Tanggapan Pembaca

Komentar pembaca ditampilkan di bawah artikel agar alur baca tetap rapi. Semua komentar dimoderasi redaksi sebelum tayang.

0 komentar tayang

Belum ada komentar yang tayang di artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan.

Komentar yang masuk tidak langsung tayang. Redaksi akan memoderasi terlebih dahulu agar diskusi tetap sehat dan relevan.