Puisi Sastra

Payung

Redaksi Nuvoes 29 April 2026 Puisi, Sastra, Karya, payung
Payung

Oleh : Zainal Purwanto*

Sejak musim merangkak

Bunga bunga mulai menari mekar kelopak

Tangkai berderak kuncup tersibak

Digenggam tangan sejoli berpacaran

Atau si kecil yang menawarkan dengan imbalan

Tergopoh ditenteng para ajudan

Atau di lapak pedagang mengutuk hujan

Tak usah tanya warna

Bagi sebagian orang jadi penyambung nyawa

Dan bagi lainnya hiasan belaka

Saat penghujung musim nanti

Bunga bunga mulai ciut tapi tak mati

Tidur panjang bagai kalong sampai hujan turun lagi

Mekar dengan agak pucat dan tangkai yang mulai berkarat

Pasongsongan, November 2021


*Penyair adalah penggiat di Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Pasongsongan. Berbagai tulisannya telah dimuat berbagai media. Saat ini penyair tinggal di Pasongsongan dan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Komentar

Tanggapan Pembaca

Komentar pembaca ditampilkan di bawah artikel agar alur baca tetap rapi. Semua komentar dimoderasi redaksi sebelum tayang.

0 komentar tayang

Belum ada komentar yang tayang di artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan.

Komentar yang masuk tidak langsung tayang. Redaksi akan memoderasi terlebih dahulu agar diskusi tetap sehat dan relevan.