Oleh : Akhmad Jasimul Ahyak*
Di bawah langit yang mendung kelabu
Kabar itu datang menyapu senyap malam
Mengetuk pintu-pintu pondok bambu
Membawa duka yang teramat dalam
Sang Kyai, sang suluh, kini telah tiada
Berpulang memenuhi janji pada Sang pencipta
Sajadah tua saksi bisu Tetesan air mata
kini merindukan ruku' dan sujud panjangnya
Tasbih yang berputar di sela jemari
Kini terhenti dalam keheningan yang suci
Kitab-kitab kuning di rak-rak musholla
Ikut terdiam
Berduka dalam zikir yang luluh
Panji hijau berlambang jagat raya
Kini berkibar setengah tiang di dada kami
Kau yang dahulu menuntun dengan cinta
Mengajarkan damai, merawat bumi pertiwi
Suaramu yang teduh menenangkan badai
Petuahmu yang bijak menjadi jembatan ummat
Kini ratusan umat bersimpuh dan melambai
Mengantar kepergianmu dengan tangis yang khidmat
Selamat jalan, wahai sang benteng ulama
Husnul khatimah menyambut jiwamu yang tenang
Meski jasadmu kini telah berkalang tanah
Sanubari dan teladanmu akan abadi kami kenang
Lailahaillallah, berkumandang di udara
Mengiringi langkahmu menuju jannah-Nya