Panaongan, nuvoes.com
Berawal dari Mushalla tua dan sederhana di Dusun Sumur Keramat, lahirlah sebuah grup hadrah yang dulunya mungkin dipandang sebelah mata, namun kini kerap manggung di event besar.
Al Fatimiyah, itulah nama grup hadrah yang digawangi oleh Pengurus Anak Ranting (PAR) Fatayat NU Sumur Keramat.
Didirikannya grup hadrah itu, menurut ibu Ririn Rahmawati didasari atas semangat dakwah dalam mensyiarkan ajaran ahlusunnah waljamaah an nahdliya.
"Fatayat NU terus melangkah, dari serambi mushalla menuju panggung yang lebih luas, membawa sholawat sebagai cahaya dakwah bagi semua" terang salah satu pengurus Fatayat NU Sumur Keramat itu usai mengikuti rutinan yg di gelar di kediaman, Sahabat Kholifah di Sumur Keramat, Panaongan, Pasongsongan, Senin (04/05/26).
Keistimewaan grup hadroh ini bukan semata pada kualitas musiknya yang terus meningkat, melainkan pada daya tariknya yang mampu menjangkau lintas usia. Shalawat khas Ya Nabi Salam Alaika yang dilantunkan dengan penuh penghayatan terbukti mampu memikat kalangan berbagai usia. Yang lebih menggembirakan, kaum muda — dari anak-anak hingga remaja dan dewasa — kini antusias menyertai kegiatan rutin tersebut, menjadikan hadroh bukan sekadar tradisi, melainkan gaya hidup yang membanggakan. Hal ini disampaikan langsung oleh vokalis Al Fatimiyah, Nyai Siti Asiyah, di sela wawancara.
"Shalawat adalah bahasa cinta yang melampaui batas. Kami tidak hanya belajar memukul terbang. Kami belajar mencintai nabi, Menghargai budaya dan mempererat ukhuwah perempuan NU" pungkasnya.
Pewarta : Arief Billah