Pasongsongan, nuvoes.com
Kiai Ahmad Riyadi tekankan tiga poin penting yang harus diperhatikan pengurus MWCNU Pasongsongan dalam menjalankan amanah organisasi.
"Pertama, membangun serta memperkuat konsolidasi, baik itu dengan warga, pesantren, ranting, Banom NU dan berbagai potensi yang ada di NU. Karena itu, pelantikan yang kita gelar hari ini bukanlah acara seremonial semata, melainkan sebagai momentum konsolidasi yang mampu memperkuat organsisasi," tegas Kiai Riyadi dalam sambutannya sebagai Ketua MWCNU Pasongsongan yang baru dilantik, Senin (08/06/2026) di Auditorium K Wahab Hasbullah, Panaongan, Pasongsongan.
Kedua, dirinya juga menekankan pentingnya peran syuriyah untuk mengawasi pergerakan tanfidiyah. Sebab, jajaran tanfidziah menurut dia, hanyalah sebagai pelaksana kebijakan yang telah diputuskan dan dirumuskan oleh syuriyah.
"Kami mohon kepada syuriyah, marahi kami jika langkah kami salah dalam menjalankan organisasi. Monitoring jajaran tanfidziyah, karena gerakan yang kami lakukan lahir dari kebijakan dan arahan ajunan," ungkapnya penuh harapnya.
Ketiga, kepengurusan saat ini, bagi dirinya, harus membuka ruang dialog dan kritik selebar-lebarnya dari warga.
"Hal ini penting sebagai bentuk pengawasan langsung dari warga. Sehingga kepengurusan ini terus berbenah menuju perbaikan," tutur Kiai Riyadi.
Dalam upaya mewujudkan keterbukaan informasi publik, Ketua MWCNU Pasongsongan dua periode itu meluncurkan dua platform digital, yakni aplikasi keungan organisasi yang bisa diakses semua orang dan situs yang mampu merekam semua kegiatan NU di Pasongsongan.
"Dengan dua platform digital ini, diharap masyarakat bisa berpartisipasi, memantau, dan mengawasi jalannya kepengurusan MWC ini," pungkas dia.
Pewarta: Arief billah