Lokal Unggulan Berita

Kiai Imam Sutaji Ungkap Empat Level Kesadaran Manusia dalam Merespon Perubahan Zaman

Admin Nuvoes 09 June 2026 berita, pasongsongan, kajian, diskusi, generasi, agama, faham, padangdangan
Kiai Imam Sutaji Ungkap Empat Level Kesadaran Manusia dalam Merespon Perubahan Zaman

Padangdangan, nuvoes.com – Di tengah lambannya kesiapan masyarakat dalam memahami dan merespon perubahan zaman yang semakin cepat — di mana manusia dipacu untuk selalu berlari oleh perkembangan teknologi yang kian pesat dan arus informasi yang terus mengalir tiada henti — Kiai Imam Sutaji mengungkap empat level kesadaran manusia dalam menghadapi arus perubahan tersebut.

Dikutip dari Paulo Freire, Kiai Imam Sutaji membagi kesadaran manusia dalam empat level. Pertama, kesadaran magis. Kesadaran ini dibangun atas doktrin agama yang kaku, sehingga manusia mempersepsikan semua masalah dan penderitaan bersifat kodrati.

Hal itu beliau sampaikan saat menjadi mubaligh dalam Haflatul Imtihan di Yayasan Diyaur Rahman pada Selasa (09/06/2026) malam, Padangdangan, Pasongsongan.

"Kedua, kesadaran naif. Kesadaran seseorang di tingkatan ini biasanya paham terhadap persoalan, namun ia tidak berkeinginan memperbaikinya atau bahkan bersikap 'bodoh amat' untuk menyelesaikan persoalan tersebut," lanjut beliau.

Ketiga, kesadaran kritis. Pada tingkatan ini, eks Ketua LD PCNU Sumenep menambahkan, seseorang mampu memahami persoalan dan menemukan solusinya. Namun, kesadaran semacam ini tidak untuk melihat persoalan materi.

"Kesadaran kritis baiknya hanya untuk melihat persoalan agama dan keilmuan. Misalnya, jika dia bisa menyekolahkan anak, mengapa saya tidak!? Bukan lantas begini, jika dia bisa membeli mobil Pajero, mengapa saya tidak!?" ungkap beliau.

Keempat, kesadaran kausalitas. Bagi Kiai Imam, kesadaran seseorang pada tingkatan ini mampu mengenal hubungan sebab-akibat.

"Kesadaran kausalitas sama halnya dengan hukum karma. Jika engkau menyakiti orang lain, maka engkau juga akan disakiti. Untuk itu, di saat zaman sedang tidak baik-baik saja, di level manakah kesadaran kita!?" tutur beliau.


Pewarta: Arief Billah

Komentar

Tanggapan Pembaca

Komentar pembaca ditampilkan di bawah artikel agar alur baca tetap rapi. Semua komentar dimoderasi redaksi sebelum tayang.

0 komentar tayang

Belum ada komentar yang tayang di artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan.

Komentar yang masuk tidak langsung tayang. Redaksi akan memoderasi terlebih dahulu agar diskusi tetap sehat dan relevan.