Panaongan, nuvoes.com
Kiai Jamaludin Johan menegaskan bahwa ampunan Allah Swt. itu tidak cukup ditebus melalui ibadah ritual semata, melain juga harus memperbaiki kualitas hubungan antar sesama.
"Untuk memperoleh ampunan Allah Swt. tidak cukup ditebus dengan dengan istighfar dan menangis. Sebab, konsekuensi dosa yang berkaitan dengan manusia menuntut penyelesaian horizontal," tegasnya saat menyabut Halal Bihalal yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama PRNU Panaongan 1 yg dihelat di kediaman Ustadz Ending pada Jumat (27/03/2026) malam, Dusun Benteng Utara, Panaongan, Pasongsongan.
Lebih lanjut Rais Rais Ranting NU Panaongan 1 itu menjelaskan pentingnya memaknai halal bihalal yang bukan sekadar berjabatan tangan, melainkan keberanian membuang ego demi saling memaafkan.
"Perintah 'wa sariu'u ila maghfirah' mengajak agar kita memahami bahwa memaafkan itu bukan basa-basi, tapi menuntut kesungguhan kita dalam memperoleh ampunan Allah Swt.," imbuhnya.
Diakhir penyampaian, Kiai Jamal sapaan akrabnya berharap agar halal bihalal ini menjadi mumentum yang dapat mempererat hubungan antar pengurus dan warga.
"Halal bihalal adalah ijtihad ulama nusantara. Semoga tradisi ini menjadi mumentum dalam memperkuat ranting sebagai basis organisasi kemasyarakatan dan keagamaan terbesar di Indonesia," pungkasnya
Pewarta : Fathor Rasyid
Editor : Arief Billah