Sebagai pilar utama dalam menjaga keberlansungan organisasi, utamanya NU di Panaongan, Ketua Ranting NU Panaongan Mohammad Latif menekan pentingnya kaderisasi.
"Selama ini, saya merasa kader NU di Panaongan masih mimim. Karena itu, Kaderisasi perlu dimaksimalkan, baik secara formal dan nonformal, berkelanjutan ataupun berjenjang," ungkapnya saat menyambut rapat konsolidasi Ranting yang dihelat kediamaman Muhaimin, Dusun Benteng, Panaongan, Pasongsongan, Jumat (01/05/26).
Krisis kader, Lantut Latif, disebabkan karena kurangnya kesadaran bersama antar pengurus tentang pentingnya regegenerasi kepemimpinan dalam organisasi.
"Hal ini bisa dilihat dalam setiap periodisasi, menemukan kader yang siap mengabdi di NU bukanlah hal yang mudah," terang dia.
Lebih lanjut, dirinya menitikberatkan upaya kesadaran anggota dalam menghadapi persoalan krisis ini.
"Minimal, kita mulai dari diri sendiri dengan mengajak anak untuk terlibat dalam perkumpulan Linu Ranting".
Menurut pandangannya Krisis kader di ranting sejatinya bukan karena tidak adanya generasi muda, tetapi karena belum adanya pendekatan yang tepat untuk merangkul mereka. Di sinilah pentingnya melakukan tajdid dalam pola kaderisasi, termasuk dalam bahasa dan metode dakwah.
"Krisis kader bukan karna tidak adanya generasi penerus, tepatnya adalah pendekatan kita yang kurang komunikatif. metode dakwah harus di perbaharui dan menjadi lebih komunikatif, inklusif, dan relevan dengan dunia anak muda menjadi sebuah keniscayaan" pungkasnya.
Pewarta : Arief billah
Editor : Fathor Rasyid