Bahtsul Masail Unggulan Bahtsul Masail

Hukum Pohon di atas sebidang tanah bersama

Admin Bahtsul 28 April 2026 mwc nu, pasongsongan, lembaga, LBM NU, Hukum, Tanah, Pohon
Hukum Pohon di atas sebidang tanah bersama

Deskripsi masalah:

Dua orang saudara sepakat menjadikan tanah peninggalan orang tua untuk dijadikan tanah pekuburan keluarga. Salah seorang di antara mereka menamam beberapa pohon di tanah tersebut, yang beberapa tahun kemudian tumbuh berkembang dan setelah dua bersaudara itu meninggal dunia pohon tersebut tumbuh besar dan bisa dimanfaatkan. Namun saat ini anak-anak dari orang yang menanam pohon sudah tiada meninggalkan cucu-cucu yang masih hidup, sedangkan anak dari saudara yang menanam pohon tersebut masih ada.

Pertanyaan:

  1. Bolehkan pohon tersebut dimanfaatkan?

  2. Siapa yang lebih berhak untuk memanfaatkan pohon tersebut?

  3. Bagaimana jika ada orang yang menebang pohon tersebut?

Jawaban:

  1. Boleh, karena pohon tersebut statusnya adalah hak milik, bukan waqof

الرَّأْيُ الثَّالِثُ : ذَهَبَ الْحَنَابِلَةُ وَ الشَّافِعِيَّةُ فِي قَوْلٍ ثَالِثٍ إِلَى التَّفْرِقَةِ بَيْنَ مَا يُوقَفُ عَلَى شَخْصٍ أَوْ جِهَةٍ مُعَيَّنَةٍ وَبَيْنَ مَا يُوقَفُ عَلَى جِهَةٍ عَامَّةٍ ، ... الى ان قال .... وَإِنْ كَانَ الْمَوْقُوفُ عَلَيْهِ آدَمِيًّا مُعَيَّنًا أَوْ عَدَدًا مِنَ الآْدَمِيِّينَ مَحْصُورِينَ كَأَوْلاَدِهِ أَوْ أَوْلاَدِ زَيْدٍ : يَنْتَقِل الْمِلْكُ إِلَى الْمَوْقُوفِ عَلَيْهِ ، فَيَمْلِكُهُ كَالْهِبَة. (الموسوعة الفقهية الكويتية: 39/329)

(قوله: ثمر الشجر النابت بالمقبرة المباحة) أي لدفن المسلمين فيها بأن كانت موقوفة أو مسبلة لذلك. وخرج بها: المملوكة، فإن ثمر الشجر النابت فيها مملوك أيضا، وقوله مباح، خبر ثمر، أي فيجوز لكل أحد الأكل منه (اعانة الطالبين: 3/183)

  1. Semua keturunan kedua saudara, dengan kesepakatan semuanya.

وفي ع ش ما نصه وقع السؤال في الدرس عما يوجد من الأشجار في المساجد ولم يعرف هل هو وقف أو لا ماذا يفعل فيه إذا جف والجواب أن الظاهر من غرسه في المسجد أنه موقوف لما صرحوا به في الصلح من أن محل جواز غرس الشجر في المسجد إذا غرسه لعموم المسلمين وانه لو غرسه لنفسه لم يجز وإن لم يضر بالمسجد. (اعانة الطالبين: 3/186)

حديث "المسلمون على شروطهم" (أو المؤمنون) هو قاعدة فقهية جليلة في المعاملات، تُؤكد وجوب الوفاء بالعهود والعقود. (الموسوعة الحديثية)

  1. Tidak boleh, kecuali dengan kesepatan semua keturunan kedua saudara tersebut.

(سُئِلَ) عَنْ شَجَرِ نَخْلٍ مَوْقُوفٍ عَلَى مَسْجِدٍ وَشَخْصٍ وَذُرِّيَّتِهِ وَالنَّخْلُ الْمَذْكُورُ فِي شَارِعٍ وَبَعْضُهُ مَائِلٌ يُخْشَى سُقُوطُهُ عَلَى حَائِطٍ بِجِوَارِهِ أَوْ مَارٍّ بِهِ فَيَحْصُلُ بِذَلِكَ الضَّرَرُ فَهَلْ وَالْحَالَةُ هَذِهِ يَجُوزُ لِأَحَدٍ قَطْعُ ذَلِكَ النَّخْلِ أَوْ قَلْعُهُ سَوَاءٌ الْحَاكِمُ وَغَيْرُهُ أَمْ لَا ؟ـ (فَأَجَابَ) بِأَنَّهُ لَا يَجُوزُ لِأَحَدٍ قَطْعُ الشَّجَرَةِ الْمَذْكُورَةِ وَلَا قَلْعُهَا. (فتاوى الامام الرملي: 3/83)

Komentar

Tanggapan Pembaca

Komentar pembaca ditampilkan di bawah artikel agar alur baca tetap rapi. Semua komentar dimoderasi redaksi sebelum tayang.

0 komentar tayang

Belum ada komentar yang tayang di artikel ini. Jadilah pembaca pertama yang meninggalkan tanggapan.

Komentar yang masuk tidak langsung tayang. Redaksi akan memoderasi terlebih dahulu agar diskusi tetap sehat dan relevan.